Sedih, tapi lega. Sedih karena nggak jadi hamil, lega karena kalau dibiarkan bisa jadi penyakit. Yah, qadarallahu wa masya-a fa’al… telah ditakdirkan Allah dan Dia melakukan apa yang Dia kehendaki.
***
Rasanya memang belum puas menangis ketika aku berada di ruang operasi itu. Tapi insya Allah, itu semua untuk kebaikanku. Flek-flek darah itu tidak berhenti sejak seminggu sebelumnya. Kata dokter pun, kalau ditunggu sampai keluar semua, rahimku belum tentu bisa bersih banget dan aku bisa terancam kanker. Sementara aku kan juga pingin cepat hamil lagi.
Kalau dipikir-pikir… Alhamdulillah, Allah memudahkan semua urusanku lho ketika itu. Dia tidak mengizinkan janinku lahir dengan tidak sempurna, makanya Dia gugurkan. Dia tidak menginginkan aku menjalani semua ini sendiri, makanya Dia jadikan suamiku datang dari Surabaya. Padahal waktu itu aku belum divonis keguguran. Pas dua hari cutinya, pas satu hari untuk menemaniku check up dan keesokannya aku langsung operasi. Biaya operasi pun ada orangtuaku yang membantu. Ibu mertuaku walaupun lagi studi di Jepang tapi tetap bisa berkomunikasi denganku lewat telefon untuk memberiku semangat. Dan semua ini tidak mungkin terjadi melainkan atas kehendak Allah kan?! Alhamdulillah ‘ala kulli hal.
Aku jadi ingat ketika flek-flek itu baru keluar. Kata artikel di internet, 3 dari 10 wanita hamil mengeluarkan flek-flek darah pada 4 bulan pertama dan tetap bisa melahirkan dengan normal. Tapi artikel lain bilang itu ancaman keguguran. Tapi yang lebih mengkhawatirkanku adalah bayangan bila akhirnya janinku itu bisa selamat tapi dalam keadaan nggak sempurna, nggak normal, cacat, atau lainnya seperti yang kulihat di televisi. Na’udzubillah min dzalik… kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian.
Betapa kacau balaunya pikiranku waktu itu. Tapi kemudian di tengah-tengah kekhwatiranku itu, suamiku berkata, “Muti, bukan musik klasik yang bikin anak itu cerdas, malah bisa jadi dosa, kan musik itu haram [1]. Bukan pula murottal Qur’an yang diperdengarkan ke perut ibu yang bikin anak itu shalih, malah bisa jadi bid`ah [2], dan segala bid’ah itu sesat… Makanan sehat, obat, suplemen pun nggak selalu bikin anak itu lahir sehat dan normal! Yang bikin anak itu pinter, sehat, sempurna, shalih, itu semua karena doa ibunya. Makanya Muti banyak doa, banyak sedekah, shalat sunnah, baca Qur’an, ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Kan amal baik dan benar memudahkan terkabulnya doa. Insya Allah, anak itu akan menjadi seperti yang didoakan ibunya. Walaupun baru hamil 2 bulan, Muti kan udah jadi ibu juga [3].”
Subhanallah… menyejukkan sekali kata-kata suamiku itu. Sejak itu aku pun melakukan apa yang dikatakan oleh suamiku termasuk juga makan vitamin, minum kalsium, minum madu, dan lainnya sambil berharap yang utama adalah mendapatkan pahala dari ibadah yang kulakukan lalu mendapatkan manfaat dari minuman dan makanan itu, aku pun berharap kemudian mendapatkan keberkahan dari Allah atas taatku kepada suamiku, insya Allah. Maka aku selalu berdoa siang dan malam. Insya Allah, aku bertekad untuk tidak akan berputus asa walaupun flek-flek itu tidak berhenti juga.
Hingga suatu hari ketika banyak sekali doa yang kupanjatkan, akhirnya aku hanya bisa menghela nafas panjang. “Ya Allah, sebenarnya untuk saat ini Muti cuma pingin kandungan Muti sehat aja ya Allah, cuma itu…” Dan air mataku pun tak tertampung lagi…
Yah, mungkin Allah sayang banget sama aku dan nggak pingin aku berlarut-larut dalam kekhawatiran dan kesedihan. Maka dijadikanlah oleh Allah keinginan dalam hatiku untuk segera memeriksakan kandunganku ke dokter sampai akhirnya aku harus menghadapi kenyataan bahwa aku harus melepaskan kepergian janinku sayang.
Yah, walaupun yang terjadi sebaliknya, bagiku ini adalah jawaban dari doaku juga. Hanya saja ia terkabul dalam bentuk yang berbeda. Itu berkah juga kan?! Insya Allah…
Alhamdulillah ‘ala Kulli hal.
-Mutiara-
*Footnote:
1. Rasulullah –shallallahu’alayhi wa sallam- bersabda: “Artinya : Sungguh akan ada hari bagi kalangan umat kaum yang menghalal kan perzinaan, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.” [HR. Bukhari] Hadits tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya musik, seperti juga perzinahan dan minuman keras, adalah haram yang suatu hari akan ada kaum yang menghalalkannya, padahal Allah telah menetapkan bahwa perzinahan dan minuman keras itu haram sampai kapanpun, maka begitu pula musik.
2. Bid’ah: suatu amalan yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah –shallallahu’alayhi wa sallam- tetapi orang menyangka bahwa amalan itu salah satu jenis ibadah dalam agama Islam. Rasulullah –shallallahu’alayhi wa sallam- bersabda: sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (dalam agama), dan segala yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, dan segala bid’ah adalah sesat, dan segala kesesatan adalah di neraka. [HR. Muslim]
3. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: artinya: “Artinya : Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya, doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya”. [Hadits Riwayat Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad]
Sabar yo mba…
insya allah akan diberi Jundi yang lebih sehat dan lebih baik di kemudian hari…
Keep istiqomah always..
Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita cause allah sayang sama Mba..
yadhie
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Gimana ukhti kabarnya, sekarang apakah sudah isi semenjak setahun lalu antum keguguran ? barokallahu fiikum
assalammu’alaikum….
Mbak, makasih ya sharingnya untuk artikel kuretase nya mbak. kebetulan saya sendiri juga baru mengalami hal yang sama. Tapi mbak sekarang udah diamanahi bayi ya. Selamat ya semoga menjadi Jundi Allah. Amiin.
Saya juga beranggapan hal yang sama ketika mesti menjalani kuretase. Ketika malam sebelum periksa ke dokter besoknya, udah 3 hari flek2, akhirnya cuma ikhlas yg bisa menenangkan hati.
wassalam
jadi inget ma zaujah ni yg juga lg hamil, :)